Kamis, 29 Oktober 2009

Pesan Ibu

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"

"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

===================================================

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.

Sumber : andriewongso.com

56 komentar:

Usman mengatakan...

wow keren ....

BANDUNG Paris van Java With Love: CETAK BUKU YASIN

izzal mengatakan...

mantap..ijin share ke sesama gan..sukses slalu..

linha mengatakan...

sebuah pljrn yg brhrga

maulida mengatakan...

sungguh sangat berharga....

Anonim mengatakan...

Punya sejuta makna yang mendalam....

Anonim mengatakan...

hebat...

Mirzon Mendengar mengatakan...

Harus jadi plajaran bagi kita semua

aztreonout mengatakan...

coba smua orang sperti adik itu...

zyandnie mengatakan...

berkesan sekali

di OBOK mengatakan...

ini acuan kuu

yuni andriato mengatakan...

ijin share ya..mantap.:)

cepy mengatakan...

ijin share......

Anonim mengatakan...

boleh lah cerita nya menakjukan

Anonim mengatakan...

ijin share gan

Ramadhan mengatakan...

:')
salut gan.., izin share yak :)

DIta Putri Karunia mengatakan...

keren sob! izin share ya :D

agung mengatakan...

good bro.. izin share yaaa

Anonim mengatakan...

mksh sudah berikan pelajaran yang sangat berharga

wolf-fighter mengatakan...

IJIN COPAS GAN

Triyono mengatakan...

membuka mata hati....
ijin share gan.....^_^

Yaya HiLya mengatakan...

ijin co pas yaaa...

Thoriq Aziz mengatakan...

MasyaAllah.. keren sekali..

Anonim mengatakan...

ijin copas ea...
makasih sudah menulis cerita ini

Anonim mengatakan...

perlu belajar juga gmn jd ibu yg bs mdidik anaknya menjadi manusia seperti itu...

Anonim mengatakan...

wow inspiratif sekali

anwar_sadad mengatakan...

good. Tp ceritanya sama seperti penjual bunga. Cuma disini diubah penjual kue. Tp tetap mantap. . .

AGUS VEDIC mengatakan...

sangat inspiratif,,luar biasa!

Suci Dewi mengatakan...

good. aku tunggu artikel lainmu! :)

Jonson Sirait mengatakan...

thanks...
dapat ,enjadi cermin buat kehidupanku....

Anonim mengatakan...

Jika para pejabat mempunyai mental seperti adik penjual kue itu, maka bangsa ini tak ada korupsi

Anonim mengatakan...

jdi pljaran bgt,,

Anonim mengatakan...

Izin share y om,,,

ndoyo janarto mengatakan...

tak share boz

cerita cerita (all about story ;) mengatakan...

ijin share...

stepanus wijaya mengatakan...

luar biasa...

Obat Jerawat Batu mengatakan...

anak yang luar biasa !!

Anonim mengatakan...

Waw

Anonim mengatakan...

cerita yang bagus!
* intan *

pusat furniture jati mengatakan...

cerita yang bermanfaat

Anonim mengatakan...

sang Ibu telah menanamkan nilai-nilai karakter yang luar biasa pada anaknya. semoga jadi pelajaran bagi kita

Rizqidante mengatakan...

Luar biasa pelajaran yang saya petik di blog ini .. semoga saya diberikan mental yang kaya supaya tidak mudah menyerah dalam menjalani hidup ini

kisah sukses mengatakan...

cerita kisahnya sungguh menarik sekali. bisa dijadikan kisah sukses teladan bagi kita semua. jangan lupa untuk berkunjung di website kami juga di alamat http://berbagikisah.com yang berkisah tentang cerita motivasi, kisah teladan, cerita inspirasi, kisah sukses, kisah motivasi, kisah dunia pertambangan

RADINAL NOOR2910 mengatakan...

pesan yg bagus

apri as-syarif Za mengatakan...

ijin copi ya

Miskya@87 mengatakan...

Sebaik"y ttap lh m'beri...

Kurnia INDRA T mengatakan...

love my mom ..
ipb.ac.id

Hendrik modric mengatakan...

terus terang gan saya baca ini jadi berkaca kaca mata saya , jadi teringat ibu saya ........

agustian nugroho mengatakan...

Saya kagum dengn cerita ini begitu mnyentuh hati

novara mengatakan...

ibu adalah malaikat yang bisa kita lihat dan rasakan....
Mohon Ijin copas ya

Kursi jepara mengatakan...

ceritanya bagus dan penuh pelajaran berharga.

Didik Setiadi mengatakan...

penuh pelajaran yang sangat berharga,,...perfect..:) izin share..

ayue tantick mengatakan...

artikelnya sangat inspiratif dan bermanfaat sekali gan..
minta ijin nyimak dan nitip link ya.
makasih

http://rentalmobilalamsyah.blogspot.com/
http://alamsyahgroup.wordpress.com/
http://jilbabkuu.wordpress.com/

agnes susanti mengatakan...

UNLEASHED SMART ENTREPRENEUR POWER FROM TEENS with Mr.BONG CHANDRA!!
motivator termuda no. 1 Asia

Untuk Remaja! 
14-20 tahun
(Datang seminar wajib dengan orang tua)

FREE tiket seminar HANYA untuk 50 pendaftar pertama!

Pengajar antara lain : 
•Bong Chandra
•Merry Riana
•dll

Kurikulum :
•Business
•How to face your teenage problem
•Public Speaking
•become a Money magnet
•Leadership
•entrepreneurship
•re-design your life destiny
•Marketing
•Financial

Tempat:
APL Tower lt.10, Central Park, Jakarta Barat
(Sebelah mall Taman Anggrek)

Hari/Tanggal:
Minggu, 23 februari 2014

Waktu:
Sesi 1: 09.30 - 12.00
Sesi 2: 12.30 - 15.00
(Pilih 1 saja)

For teens!
14-20 tahun
*Datang seminar wajib dengan orang tua

Info pendaftaran hub: 
Agnes Susanti 
081245943888

Format pendaftaran : 
Nama anak(no.hp)_nama org tua(no.hp)_sesi 1/2

*pendaftaran paling lambat 21 february, jam 23.59

noneng kurnaeti fatimah mengatakan...

subhanallah ,, sungguh mulia..

mamet_for you mengatakan...

Mantap

ayue tantick mengatakan...

artikelnya sangat bagus dan inspiratif...
ijin nyimak dan nitip link ya gan..
sukses terus untuk blognya....

artikelnya sangat bagus dan inspiratif...
ijin nyimak dan nitip link ya gan..
sukses terus untuk blognya....

http://rentalmobilalamsyah.blogspot.com/
http://alamsyahgroup.wordpress.com/
http://jilbabkuu.wordpress.com/

Poskan Komentar