Selasa, 03 November 2009

Semangkuk Bakso

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.

"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.

Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.

"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.

"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.

"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."

Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.

"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."

"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."

Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."

"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

=====================================================

Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.

Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri. Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya.

Sumber : andriewongso.com

33 komentar:

Claudia Lawrence mengatakan...

Hi, ur blog is really nice, while reading I truly like it. I just wanna suggest that u should go for blog advertising & marketing there is a website which is offering very unique features at affordable prices there are expert advertising team who will promote ur blog & affiliate ads through all over the networks which will definitely boost ur traffic & readers. Finally I have bookmarked ur blog & also shared this blog to my friends.. i think my friend might too like it hope u have a wonderful day & !!happy blogging!!.

AGUNG ZRD mengatakan...

keren

misbah mengatakan...

terkadang juga saya bisa gitu.. makasih ceritanya

SAMUDERA mengatakan...

mantap certianya,,,masih ada lagi gak..?

Anik's Blogger mengatakan...

waduh aku baru sadar.. makasih ya

motivasi tung desem waringin mengatakan...

sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk selalu bergerak, terimakasih ceritanya, buat yang mau dapet motivasi dari tung desem waringin, silahkan kunjungi blog saya: motivasi tung desem waringin

penunggang vespa mengatakan...

sangat menyentuh....

Anonim mengatakan...

bagus ceritanya

Leebast mengatakan...

Cakep bangeeet sich....mau dunkz cerita yang lain

Anonim mengatakan...

bagus sekali....

Anonim mengatakan...

god damn, it's really good pal
after finishing read this story,i just realize that ive given so many extraordinary thing ever in my life,
the god have given me the oksigen for breathing, enjoyable life, etc

Anonim mengatakan...

sampai terharu...huhuu

ta'ar mengatakan...

kenapa lom terpikirkan oleh ku
thx ya

boyz mengatakan...

bagus bgt gan... ^^

tiyuk mengatakan...

uuwelookkkkkkkkkkkkkk bang.......
Motivasix.........

Anonim mengatakan...

keren :)

Anonim mengatakan...

merupakan didikan yang baik. thanks

Anonim mengatakan...

best

frankyerfansyah mengatakan...

luar biasa... sangat inspiratif sekali.. smoga kita selalu mengingat bantuan dari orang di sekeliling kita, amien

Imunk mengatakan...

Yah nangis lagi deh aku... ;-('''
Ijin Kopas donk buat koleksi.
Mkasih yah.. :-D

tersembunyi mengatakan...

nice story,i like this very much.
it has power to motivated people.i never think about this before,i wanna go back home and see my parents then hug both of them,and say thanks.
keep share dude. (Y)

Malvin mengatakan...

Cerita yg sangatt bgus..
permisi copy y bang...

Ruddy mengatakan...

cerita yang sangat menarik dan mengharukan....

fajar sidik mengatakan...

terima kasih..
ceritanya membuat saya sadar akan pentingnya kasih sayang orang tua kita..

Anonim mengatakan...

bagus banget ceritanya ...
terharu aku membacanya ,,, sampai2 air mataku ikut menetes..T_T

miela unyuunyutujuhbloveislove mengatakan...

menyedihkann,,
hiks,, hiks,,,
:'(

Blog Oki Jo mengatakan...

sangat mengharukan, huhuhuhuhu

Blog Oki Jo mengatakan...

Mantap, smoga kita bisa menghargai jasa orangtua

Berita Aneh mengatakan...

benar-benar cerita yang sedih, jadi berfikir untuk lebih menghargai :)

rhy_rin mengatakan...

mengharukan zangattt

Anonim mengatakan...

huffffffffffffffft, keine komentar !

Anonim mengatakan...

ea bner bgt

Anonim mengatakan...

izin share ya..
keren abis

Poskan Komentar